{"id":2410,"date":"2026-08-20T07:00:00","date_gmt":"2026-08-19T23:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cnbygele.com\/blog\/calculate-reactive-power\/"},"modified":"2026-08-24T17:23:09","modified_gmt":"2026-08-24T09:23:09","slug":"calculate-reactive-power","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/blog\/calculate-reactive-power\/","title":{"rendered":"Menghitung Daya Reaktif: Rumus, Input Meteran, dan Pemeriksaan Pabrik"},"content":{"rendered":"<div class=\"b2b-article\">\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Ke <strong>hitung daya reaktif<\/strong>, cocokkan rumus dengan pembacaan yang sudah Anda miliki: gunakan Q = P \u00d7 tan(arccos(PF)) bila kilowatt dan faktor daya diketahui, atau cari sisi segitiga yang hilang dengan Q = \u221a(S\u00b2 \u2212 P\u00b2) bila kilovolt-ampere dan kilowatt diketahui. Halaman ini membahas kedua jalur instalasi tersebut, lalu jebakan fasa tunggal versus fasa tiga, dan apa yang harus dilakukan dengan angka kvar.<\/p>\n<nav class=\"b2b-toc\" style=\"background:#f5f8fa;padding:16px 20px;border-radius:8px;margin:0 0 24px\">\n<h2 id=\"contents\" style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\">Daftar Isi<\/h2>\n<ul style=\"margin:0 0 18px 1.2em;line-height:1.7\">\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#which-meter-inputs-you-need-before-any-formula\">Input Meter Apa Saja yang Anda Butuhkan Sebelum Rumus Apa Pun<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#calculate-q-from-kw-and-power-factor\">Hitung Q dari kW dan Faktor Daya<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#calculate-q-from-kva-and-kw\">Hitung Q dari kVA dan kW<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#single-phase-versus-three-phase-line-factors\">Faktor Saluran Fasa Tunggal Versus Tiga Fasa<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#mistakes-that-inflate-or-cancel-q-on-mixed-loads\">Kesalahan yang Memperbesar atau Membatalkan Q pada Muatan Campuran<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#after-you-have-q-choose-capacitor-q-or-an-svg-solution\">Setelah Anda Memiliki Q: Pilih Kapasitor \u0394Q atau Solusi SVG<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"#faqs\">FAQ<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/nav>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"which-meter-inputs-you-need-before-any-formula\">Input Meter Apa Saja yang Anda Butuhkan Sebelum Rumus Apa Pun<\/h2>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Pilih rumus dari kolom pada pencatat atau tagihan, bukan dari persamaan \u201csatu yang benar\u201d yang dihafal.\u201d<\/p>\n<div class=\"b2b-table-scroll\" role=\"region\" aria-label=\"Tabel data yang dapat digulir\" tabindex=\"0\" style=\"width:100%;max-width:100%;overflow-x:auto;-webkit-overflow-scrolling:touch;margin:0 0 18px\">\n<table style=\"width:100%;border-collapse:collapse\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px;background:#f5f8fa;text-align:left\">Apa yang sudah Anda miliki<\/th>\n<th style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px;background:#f5f8fa;text-align:left\">Keluarga rumus yang digunakan<\/th>\n<th style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px;background:#f5f8fa;text-align:left\">Apa yang Anda selesaikan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Daya aktif P (kW) dan faktor daya<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Q = P \u00d7 tan(arccos(PF))<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Daya reaktif saat ini<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Daya semu S (kVA) dan daya aktif P (kW)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Q = \u221a(S\u00b2 \u2212 P\u00b2)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Daya reaktif saat ini<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Tegangan RMS, arus RMS, dan PF (atau \u03c6)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Q = V I sin\u03c6 (1\u03c6) atau \u221a3 U I sin\u03c6 (3\u03c6)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Menyajikan daya reaktif dari peralatan listrik<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jika saluran suplai kaya akan harmonisa, cos\u03c6 pada pelat nama merupakan pengganti yang lemah untuk Q yang diukur. Gunakan pengukur kualitas daya yang melaporkan kvar secara langsung ketika bentuk gelombang bukan gelombang sinus murni.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Untuk arti dari kolom P \/ Q \/ S itu sendiri, lihat <a href=\"https:\/\/cnbygele.com\/id\/blog\/active-vs-reactive-power\/\">daya aktif vs daya reaktif<\/a>. Halaman ini tetap pada aritmatika.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Tuliskan batasan pada lembar kerja sebelum angka-angka: papan hubung utama, bus MCC, atau satu motor besar. Mencampur batasan-batasan tersebut adalah cara bagaimana rumus yang bersih menghasilkan kvar yang tidak berguna.<\/p>\n<figure style=\"margin:26px 0;text-align:center\"><img decoding=\"async\" style=\"max-width:640px;width:100%;height:auto;display:block;margin:0 auto;border-radius:8px\" src=\"https:\/\/cnbygele.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/calc-q-featured.webp\" alt=\"Panel meter tanaman untuk menghitung daya reaktif dari pembacaan\"><\/figure>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"calculate-q-from-kw-and-power-factor\">Hitung Q dari kW dan Faktor Daya<\/h2>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Ketika pencatat data sudah mencetak kilowatt dan faktor daya, gunakan jalur tan.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Faktor daya adalah daya aktif dibagi dengan daya tampak. Untuk simpangan sinusoida, rasio tersebut adalah cos \u03c6, sehingga \u03c6 = arccos(PF) dan Q = P \u00d7 tan \u03c6.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Aritmatika gaya pabrik yang dikerjakan: pengumpan motor menarik 56 kW pada faktor daya 0,86. Kemudian \u03c6 = arccos(0,86), tan \u03c6 \u2248 0,59, dan Q \u2248 56 \u00d7 0,59 \u2248 33 kvar.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Rute yang sama berfungsi untuk seluruh bus jika P dan PF adalah nilai-nilai yang menjadi milik bus tersebut, bukan pelat nama motor tunggal saat beban lain sedang aktif.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Ingat tanda tersebut. Beban induktif yang tertinggal menyerap daya reaktif (Q) positif menurut konvensi pabrik pada umumnya. Arus kapasitif yang mendahului mengurangkannya.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jika satu-satunya cetakan adalah kilowatt dan tren PF dari ringkasan utilitas bulan lalu, perlakukan PF tersebut sebagai rata-rata bulanan, bukan cuplikan puncak penyulang. Hitung ulang dengan interval yang tercatat yang cocok dengan keputusan yang akan Anda ambil.<\/p>\n<figure style=\"margin:26px 0;text-align:center\"><img decoding=\"async\" style=\"max-width:640px;width:100%;height:auto;display:block;margin:0 auto;border-radius:8px\" src=\"https:\/\/cnbygele.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/calc-q-meter-path.webp\" alt=\"Pembacaan pabrik yang digunakan untuk menghitung daya reaktif dari input meteran\"><\/figure>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"calculate-q-from-kva-and-kw\">Hitung Q dari kVA dan kW<\/h2>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Ketika transformator atau UPS diberi nilai dalam kVA dan meteran proses menunjukkan kilowatt, gunakan segitiga daya.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Daya tampak adalah sisi miring. Daya reaktif adalah sisi yang tersisa: Q = \u221a(S\u00b2 \u2212 P\u00b2), dengan ketentuan S \u2265 P.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Menggunakan penyulang yang sama: S = 65 kVA dan P = 56 kW menghasilkan Q = \u221a(65\u00b2 \u2212 56\u00b2) \u2248 33 kvar. Hasil ini cocok dengan hasil metode tan dan merupakan pemeriksaan silang yang berguna.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jika S lebih kecil dari P di atas kertas, input tersebut tidak termasuk dalam batas yang sama. Perbaiki titik ukur sebelum menyalahkan rumus.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Sebuah pendek <strong>rumus daya reaktif<\/strong> set sudah cukup: Q dari sin \u03c6 jika Anda memiliki V dan I, Q dari tan \u03c6 jika Anda memiliki P dan PF, Q dari segitiga jika Anda memiliki S dan P.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Daya semu pada papan nama UPS adalah batas maksimum, bukan pembacaan beban kontinu. Pasangkan dengan kilowatt proses yang terukur hanya ketika UPS tersebut adalah batas yang ingin Anda koreksi.<\/p>\n<figure style=\"margin:26px 0;text-align:center\"><img decoding=\"async\" style=\"max-width:640px;width:100%;height:auto;display:block;margin:0 auto;border-radius:8px\" src=\"https:\/\/cnbygele.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/calc-q-triangle.webp\" alt=\"Segitiga daya yang menghubungkan daya aktif, reaktif, dan tampak untuk perhitungan Q\"><\/figure>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"single-phase-versus-three-phase-line-factors\">Faktor Saluran Fasa Tunggal Versus Tiga Fasa<\/h2>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Faktor tiga fase \u221a3 hanya muncul ketika Anda membangun Q dari tegangan saluran dan arus saluran pada rangkaian tiga fase seimbang.<\/p>\n<div class=\"b2b-table-scroll\" role=\"region\" aria-label=\"Tabel data yang dapat digulir\" tabindex=\"0\" style=\"width:100%;max-width:100%;overflow-x:auto;-webkit-overflow-scrolling:touch;margin:0 0 18px\">\n<table style=\"width:100%;border-collapse:collapse\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px;background:#f5f8fa;text-align:left\">Sirkuit<\/th>\n<th style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px;background:#f5f8fa;text-align:left\">Bentuk daya reaktif (sinusoidal)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Fasa tunggal (fasa-netral)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Q = V I sin \u03c6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Fase tunggal (fase-fase)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Q = U I sin \u03c6<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Seimbang tiga fasa (3-kawat atau 3-kawat + N)<\/td>\n<td style=\"border:1px solid #d9e1e8;padding:9px 12px\">Q = \u221a3 U I sin \u03c6<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">U adalah tegangan antar-saluran. V adalah tegangan saluran ke netral. I adalah arus saluran. \u03c6 adalah sudut fase antara tegangan dan arus pada definisi tersebut.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jangan mengalikan hasil V I sin\u03c6 fasa tunggal dengan \u221a3 \u201cuntuk menjadikannya tiga fasa.\u201d Mulailah dari baris tiga fasa sebagai gantinya.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Arus papan nama pada motor tiga fasa adalah arus saluran. Pasangkan dengan tegangan saluran-ke-saluran dan baris tiga fasa, atau gunakan jalur kW\/PF dan abaikan V\u00b7I sama sekali.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Singkatnya untuk rangkaian satu fasa fasa-ke-netral, Q sama dengan V dikali I dikali sin \u03c6. Untuk rangkaian tiga fasa seimbang, bentuk garisnya adalah Q sama dengan akar kuadrat dari tiga dikali U dikali I dikali sin \u03c6.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Seorang pembuat panel yang menyalin rumus pekerjaan rumah fase tunggal ke penyulang tiga fase tanpa faktor tiga fase akan meremehkan Q dan mengecilkan ukuran setiap konversi kapasitor berikutnya.<\/p>\n<figure style=\"margin:26px 0;text-align:center\"><img decoding=\"async\" style=\"max-width:640px;width:100%;height:auto;display:block;margin:0 auto;border-radius:8px\" src=\"https:\/\/cnbygele.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/calc-q-threephase.webp\" alt=\"Peralatan hubung tiga fasa (switchgear) konteks untuk rumus Q berbasis tegangan dan arus saluran\"><\/figure>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"mistakes-that-inflate-or-cancel-q-on-mixed-loads\">Kesalahan yang Memperbesar atau Membatalkan Q pada Muatan Campuran<\/h2>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Aljabar tersebut gagal di lapangan ketika beban dengan faktor daya yang berbeda digabungkan dengan cara yang salah.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Anda tidak dapat menjumlahkan dua besaran daya semu dan menganggap jumlah tersebut sebagai jalur menuju Q total. Daya semu bukanlah suatu skalar yang Anda tumpuk ketika sudut-sudutnya berbeda.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\"><strong>Dari lapangan:<\/strong> Aktif <a href=\"https:\/\/electronics.stackexchange.com\/questions\/695160\/reactive-power-calculation-what-did-i-do-wrong\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Electrical Engineering Stack Exchange<\/a>, jawaban menunjukkan jebakan ujian yang sama: menjumlahkan besar daya tampak tidak menghasilkan apa-apa, dan Q yang mendahului membatalkan Q yang tertinggal. Jumlahkan daya aktif dan daya reaktif bertanda, lalu bangun kembali besar daya tampak dari segitiga daya jika Anda memerlukan total kilovolt-ampere.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Membagi kilowatt dengan faktor daya menghasilkan kilovolt-ampere, bukan kvar. Jika Anda memerlukan Q setelah langkah tersebut, tetap hitung \u221a(S\u00b2 \u2212 P\u00b2) atau P \u00d7 tan(arccos(PF)).<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Kapasitor Q bukanlah fisika khusus yang ketiga. Untuk cabang kapasitor, Q = V I sin\u03c6 dengan arus mendahului (leading), atau Q = I\u00b2 Xc dengan reaktansi kapasitor. Pertanyaan pabrik biasanya adalah berapa banyak kvar mendahului (leading) yang disuntikkan bank pada tegangan nominal, yang merupakan peringkat kvar lembar data pada tegangan yang dinyatakan.<\/p>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"after-you-have-q-choose-capacitor-q-or-an-svg-solution\">Setelah Anda Memiliki Q: Pilih Kapasitor \u0394Q atau Solusi SVG<\/h2>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Present Q menjawab \u201cberapa banyak kvar yang diminta oleh batas ini saat ini?\u201d Ini belum berupa daftar material (bill of materials).<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jika tujuannya adalah untuk menaikkan faktor daya yang tertinggal dan cukup stabil, perhitungan aritmatika berikutnya adalah selisih antara Q saat ini dan Q target. Masalah \u0394Q tersebut dibahas dalam <a href=\"https:\/\/cnbygele.com\/id\/blog\/capacitor-bank-sizing-for-power-factor-correction\/\">penghitungan ukuran bank kapasitor untuk koreksi faktor daya<\/a>, dan keluarga perangkat keras berada di <a href=\"https:\/\/cnbygele.com\/id\/reactive-power-compensator\/\">kompensator daya reaktif<\/a> pusat.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jika Q berayun dengan tukang las, derek, atau jalur batch, bank yang dialihkan mungkin merespons terlalu lambat. Kemudian percakapan berlanjut ke <a href=\"https:\/\/cnbygele.com\/id\/produk\/svg-static-var-generators\/\">Generator var statis SVG<\/a>.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Halaman produk SVG mencantumkan tegangan operasional 230\u2013690 V, waktu respons di bawah 10 ms, faktor kompensasi di atas 95%, dan efisiensi di atas 97%. Angka-angka tersebut menggambarkan halaman produk tersebut. Angka-angka tersebut tidak dapat menggantikan studi lokasi atau perhitungan Q di atas.<\/p>\n<figure style=\"margin:26px 0;text-align:center\"><img decoding=\"async\" style=\"max-width:640px;width:100%;height:auto;display:block;margin:0 auto;border-radius:8px\" src=\"https:\/\/cnbygele.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/svg-path1-source.webp\" alt=\"Tampilan produk generator var statis SVG CNBYG setelah daya reaktif dihitung\"><\/figure>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Gunakan kvar yang telah dihitung untuk memberi brief kepada vendor. Jangan lewatkan pemeriksaan masukan dan tanyakan ukuran kabinet dari satu papan nama motor sementara bagian bus lainnya diabaikan. Jalankan kembali aritmatika yang sama setelah perubahan proses sebelum ada yang mengeluarkan pesanan pembelian.<\/p>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"faqs\">FAQ<\/h2>\n<h3 style=\"margin:28px 0 12px\">Bagaimana cara mencari daya reaktif?<\/h3>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Baca mana dari P, S, PF, V, dan I yang sudah Anda percayai di satu batas. Kemudian gunakan baris yang cocok pada tabel masukan di atas.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Jika meteran sudah mencetak kvar, anggap itu sebagai pengukuran dan gunakan rumus hanya sebagai pemeriksaan silang.<\/p>\n<h3 style=\"margin:28px 0 12px\">Rumus mana yang menghitung daya reaktif?<\/h3>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Bentuk tanaman yang umum adalah Q = P \u00d7 tan(arccos(PF)), Q = \u221a(S\u00b2 \u2212 P\u00b2), dan Q = V I sin\u03c6 (dengan \u221a3 pada kuantitas saluran tiga fase yang seimbang).<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Mereka adalah segitiga daya yang sama yang ditulis untuk nilai diketahui yang berbeda.<\/p>\n<h3 style=\"margin:28px 0 12px\">Apa itu daya reaktif?<\/h3>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Ini adalah komponen berosilasi yang mempertahankan medan magnet atau listrik dan dilaporkan dalam var atau kvar. Untuk perbandingan bahasa awam dengan watt dan volt-ampere, gunakan <a href=\"https:\/\/cnbygele.com\/id\/blog\/active-vs-reactive-power\/\">daya aktif vs daya reaktif<\/a> artikel.<\/p>\n<h3 style=\"margin:28px 0 12px\">Bagaimana cara menghitung daya reaktif dari sebuah kapasitor?<\/h3>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Pada tegangan dan arus RMS yang diketahui dengan selisih 90 derajat mendahului, Q = V I. Dengan reaktansi, Q = I\u00b2 Xc atau Q = V\u00b2 \/ Xc untuk kapasitor ideal.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Plakat nama bank biasanya menyatakan kvar pada tegangan pengenal; turunkan nilai dayanya (derate) jika tegangan bus aktual berbeda.<\/p>\n<h3 style=\"margin:28px 0 12px\">Rumus daya reaktif pada sistem 3 fasa adalah:\n\n$Q = \\sqrt{3} \\times V_L \\times I_L \\times \\sin(\\theta)$\n\natau dalam bentuk tegangan dan arus fasa:\n\n$Q = 3 \\times V_ph \\times I_ph \\times \\sin(\\theta)$\n\nDi mana:\n* **$Q$** = Daya reaktif dalam Volt-Ampere Reaktif (VAR)\n* **$V_L$** = Tegangan antar fasa (line-to-line voltage)\n* **$I_L$** = Arus fasa (line current)\n* **$V_ph$** = Tegangan fasa (phase voltage)\n* **$I_ph$** = Arus fasa\n* **$\\theta$** = Sudut fasa antara tegangan dan arus (faktor daya $\\cos(\\theta)$)<\/h3>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Untuk besaran saluran tiga fasa yang seimbang, Q = \u221a3 \u00d7 U \u00d7 I \u00d7 sin\u03c6, dengan U adalah tegangan antar-saluran.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Banyak pabrik melewatkan langkah ini dan menghitung Q dari kW tiga fase dan PF sebagai gantinya.<\/p>\n<h3 style=\"margin:28px 0 12px\">Bisakah saya menjumlahkan kVA dari dua beban untuk mendapatkan total Q?<\/h3>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Tidak. Tambahkan daya aktif dan daya reaktif bertanda. Hitung ulang daya tampak dari total hanya saat Anda memerlukan |S|.<\/p>\n<p style=\"margin:0 0 16px;line-height:1.7\">Beban yang mendahului (leading) dan tertinggal (lagging) yang tercampur saling meniadakan sebagian dalam Q bahkan ketika setiap |S| terlihat besar.<\/p>\n<h2 style=\"margin:42px 0 14px;scroll-margin-top:96px\" id=\"references\">Referensi<\/h2>\n<ul style=\"margin:0 0 18px 1.2em;line-height:1.7\">\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/AC_power\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Wikipedia \u2014 Daya AC<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"https:\/\/www.omnicalculator.com\/physics\/power-factor\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Kalkulator Omni \u2014 Kalkulator Faktor Daya<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"https:\/\/electronics.stackexchange.com\/questions\/695160\/reactive-power-calculation-what-did-i-do-wrong\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Electrical Engineering Stack Exchange \u2014 Perhitungan daya reaktif: di mana letak kesalahan saya?<\/a><\/li>\n<li style=\"margin:0 0 8px\"><a href=\"https:\/\/electronics.stackexchange.com\/questions\/411869\/calculating-the-reactive-and-active-power\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Electrical Engineering Stack Exchange \u2014 Menghitung daya reaktif dan aktif<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk menghitung daya reaktif, gunakan $Q = P \\tan(\\arccos(PF))$ atau akar segitiga daya dari kVA dan kW. Masukan meteran jalan, 1 fasa vs 3 fasa, dan kesalahan pabrik.<\/p>","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_gspb_post_css":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2410","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blog"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"acf":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2410"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2528,"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2410\/revisions\/2528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cnbygele.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}